Selasa, 16 Juli 2019

By Admin

Tak Semua Orang Tahu, Lari Ternyata Ada Efek Negatifnya. Ini Cara Antisipasinya


Banyak orang selama ini menganggap lari adalah olahraga yang baik dan banyak manfaatnya. Disamping murah juga mudah dilakukan siapa saja. Tidak perlu sarana yang mahal dan tidak perlu kemampuan yang terlatih.

Namun dibalik manfaatnya yang banyak serta mudah dan murahnya olah raga ini, ternyata ada juga efek negatifnya. Hal ini yang jarang orang memikirkan karena selama ini lari dinilai sebagai olahraga yang praktis sekaligus memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Apa saja efek negatif olahraga lari?  Berikut beberapa ancaman yang wajib Anda perhatikan sebelum memulai ber olahraga, seperti seperti dilansir klikdokter :

Dehidrasi

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter cara untuk menghindari dehidrasi adalah dengan mengetahui gejalanya. Paling mudah adalah ketika Anda sudah haus, Anda harus minum supaya tubuh tetap terhidrasi.

Risiko cedera

Risiko cedera pada olahraga lari cukup tinggi. Untuk mencegahnya, lakukan pemanasan dengan baik sebelum berolahraga. "Dengan pemanasan, tubuh tidak akan ‘kaget’. Supaya risiko cedera juga tidak tinggi, pilih sepatu yang baik. Biasanya sepatu lari ada bantalannya," kata dr. Dyan Mega.

Masalah otot

Masalah otot nyeri dan tegang pada umumnya terjadi saat Anda sudah berlari terlalu lama atau jauh. Jika sudah begini, Anda disebut overused dalam lari. Akhirnya otot malah bermasalah.

Antisipasi efek negatif

Agar hal-hal di atas tidak menimpa Anda, persiapan khusus perlu dilakukan sebelum berolahraga lari. Persiapan khusus yang harus Anda lakukan adalah: 

1. Memeriksakan kesehatan

Para pelari harus memeriksakan kesehatan maupun kebugaran tubuhnya secara teratur, terutama jika akan ikut lomba lari. Biasanya, ini dinyatakan dalam bentuk sertifikat kesehatan untuk berlari dalam tingkatan yang sesuai kemampuan masing-masing.

"Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada pemula yang dapat langsung mengikuti lomba maraton tanpa melalui 5K, 10K, half marathon terlebih dahulu,” kata dr. Michael.

Sertifikat kesehatan itu harus dikeluarkan oleh dokter spesialis kedokteran olahraga atau yang memiliki kompetensi dalam memeriksa kesehatan juga kebugaran pelari yang berlaku hanya untuk masa waktu tertentu. Sertifikat harus diperbaharui jika masa berlakunya telah berakhir.

Alasannya, kondisi tubuh dan metabolisme setiap pelari dapat berubah sewaktu-waktu. Pengecekan rutin akan membantu mencegah pelari mengalami hal negatif terhadap kesehatan yang bisa jadi terjadi saat hendak atau sedang mengikuti kompetisi lari. 

2. Mengatasi masalah kesehatan

Penting untuk mengatasi masalah kesehatan Anda terlebih dahulu sebelum berolahraga ataupun mengikuti lomba lari. Ingat ya, berlari membutuhkan koordinasi dan kekuatan seluruh anggota tubuh. Berlari saat tubuh tidak fit justru akan menambah masalah Anda. 

3. Mengetahui teknik lari yang benar

Jangan sepelekan ini. Teknik lari yang benar akan menurunkan risiko Anda cedera. Peralatan yang harus dimiliki juga harus tepat. Misalnya, tidak semua sepatu olahraga adalah sepatu lari. Jadi pilihlah sepatu lari yang pas.

Tidak ada yang menyangkal bahwa olahraga lari baik untuk tubuh. Meski olahraga ini sebenarnya sederhana, namun jika Anda tidak berhati-hati dalam melakukannya, justru Anda akan memetik efek negatifnya.

Berlari tanpa persiapan yang matang, pemanasan, dan kondisi fisik yang baik justru bisa membawa efek negatif, seperti cedera serta nyeri otot. Untuk mengantisipasi efek negatif pada olahraga lari, Anda perlu menjalankan tips di atas.

By Admin

About By Admin -

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :